PCI BUS
Pengertian PCI BUS
Peripheral Component Interconnect (PCI) merupakan
bus yang tidak tegantung prosesor dan berbandwidth tinggi yang dapat berfungsi
sebagai bus mezzanine atau bus peripheral. Dan dibandingkan dengan spesifikasi
bus lainnya, PCI memberikan system yang lebih baik bagi subsistem I/O
berkecepatan tinggi (misalnya, graphic display adapter, network interface
controller, disk controller, dll). Standard yang berlaku saat ini mengizinkan
pengguna sampai 64 saluran data pada kecepatan 33 MHz, bagi kelajuan transfer
264 MByte/detik, atau 2,112 Gbps.
Intel mulai menerapkan PCI pada tahun 1990 untuk
system berbasis Pentiumnya dan hasilnya adalah bahwa PCI secara luas diterima
dan penggunanya pada computer pribadi, workstation, dan system server terus
meningkat. Versi saat ini, PCI 2.0, diterbitkan pada tahun 1993. Karena
spesifikasinya berada didalam domain public dan didukung oleh industry
microprosesor dan peripheral secara luas, PCI yang dibuat oleh vendor yang
berlainan tetap kompatibel.
Struktur PCI Bus
PCI dapat dikonfigurasikan sebagai bus 32-bit atau
64-bit. Terdapat 50 saluran signal yang diharuskan didefinisikan bagi PCI.
Signal-signal ini dibagi menjadi kelompok-kelompok fungsional sebagai berikut.
a.
System Pins
: meliputi pin waktu dan riset.
b.
Address and Data Pins : meliputi 32 saluran yang time multiplexed bagi
alamat dan data.
c.
Interface Cantrol Pins : Mengontrol timing transaksi dan mengkoordinasikan
antara inisiator dan target.
d. Arbitrations Pins :
Tidak seperti saluran signal PCI lainnya, pin-pin ini bukan saluran yang
dipakai bersama-sama melainkan masing-masing PCI memiliki pasangan saluran
abritasinya sendiri yang menghubungkan secara langsung dengan arbitrer bus PCI.
e.
Error Reporting Pins : Digunakan untuk melaporkan error parity dan
error-error lainnya.
Selain
itu, spesifikasi PCI mendefinisikan 50saluran optional yang dibagi menjadi
kelompok-kelompok fungsional sbb :
a.
Interrupt Pins
: Saluran signal ini
disediakan bagi perangkat-perangkat PCI yang harus menghasilkan request untuk layanan.
Pin ini memiliki saluran interrupt ke pengontrol interrupt sendiri.
b.
Cache Support Pins : Pin ini diperlukan untuk mendukung memori pada PCI
yang dapat di-cache-kan didalam prosesor atau perangkat lainnya.
c.
64-bit Bus Extension Pins : Meliputi 32 saluran yang merupakan time
multiplexed bagi alamat dan data dan dikombinasikan dengan saluran alamat/data
untuk membentuk bus alamat/data 64-bit.
d. JTAG/Boundary Scan Pins : Saluran-saluran signal ini mendukung pengujian
prosedur-prosedur yang ditentukan dalam standar 149.1 IEEE.
3.
Fungsi PCI Bus
Funsi
PCI bus adalah slot untuk menambahkan peripheral tambahan yang belum terpasang
pada motherboard, contohnya untuk pemasangan VGA Card atau Sound card.
Bus PCI ini Memiliki kinerja tinggi untuk system
I/O berkecepatan tinggi. Busini juga berjalan pada kecepatan 33 MHz dengan
lebar lajur 32-bit
Jenis - Jenis PCI Bus
Slot
PCI-E X16 – Slot untuk kartu grafis (VGA) PCI-E X16 pada Motherboard mulai
digunakan saat motherboard dengan prosesor LGA 775 untuk processor Pentium 4
dan Celeron.
Slot AGP
– Slot untuk kartu grafis (VGA) AGP yang digunakan motherboard versi lama
seperti LGA 478 dan Pentium 3, Slot ini sudah jarang digunakan dikarenakan slot
ini digunakan oleh motherboard versi lama.
Slot PCI-E X1 – Slot
PCI-E X1 hampir sama kegunaannya dengan slot PCI, tetapi belum banyak yang
menggunakan slot ini, mungkin karena slot ini hanya memiliki 1 jalur: (x1
memiliki 1 lajur), sehingga slot ini lebih sering digunakan untuk perangkat
atau device lainnya.
Perintah PCI
Aktivitas bus terjadi dalam bentuk
transaksi antara sebuah mistator, atau master dengan sebuah target. Ketika
mempperoleh kontrol bus , master bus menentukan jenis transaksi yang akan
terjadi berikutnya. Selama fase alamat dari suatu transaksi, saluran C/BE
dipakai untuk memberikan signal tenis transaksi. Perintah-perintah itu adalah:
a. Interrupt Acknowledge
Adalah perintah baca yang ditujukan
bagi perangkat yang berfungsi sebagai pengotrol interrupt pada bus PCI. Saluran
alamat tidak digunakan sekama fase alamat, dan saluran byte enable menunjukkan
ukuran interrupt identifier untuk dikembalikan.
b. Special Cycle
Digunakan oleh inisiator untuk
melakukan broadcast pesan ke sebuah target atau lebih.
c. I/O Read dan I/O
write
Digunakan untuk melakukan transfer
data antara inisiator dengan pengontrol I/O. setiap alamat I/O memiliki ruang
tersendiri, dan saluran alamat digunakan untuk menunjukkan perangkat tertentu
dan untuk menspesifikasikan data yang akan ditransfer ke perangkat itu atau
ditransfer dari perangkat tersebut.
d. Memori read dan write
Digunakan untuk menspesifikasikan
transfer data, yang menempati satu siklus waktu atau lebih. Interpretasi
perintah-perintah ini tergantung pada apakah pengontrol memori pada bus PCI
mendukung protokol PCI untuk trasfer antara memori dengan cache atau tidak. Perintah
Memory Write dipakai untuk mentransfer data dalam satu siklus waktu atau lebih
ke memori.
e. Memory Write and
Invalidate
Mentransfer data dalam satu siklus
waktu atau lebih ke memori. Selain itu, perintah ini menjamin bahwa sedikitnya
satu saluran cache akan ditulis. Perintah ini mendukung fungsi cache tentang
penulisan kembali saluran ke memori.
f. Configuration Read dan Write
Kedua perintah konfigurasi
memungkinkan suatu master membaca dan meng-update parameter-parameter
konfigurasi pada perangkat yang terhubung ke PCI. Masing-masing perangkat PCI
dapat meliputi hingga 256 buah register internal yang digunakan selama
inisialisasi sistem untuk mengkonfigurasi perangkat itu.
g. Dual Address
Digunakan oleh inisiator untuk menunjukkan bahwa
inisiator memakai pengalamatan 64 bit
Arbitrasi
PCI memafaatkan pola arbitrasi sentral dan
singkron yang masing-masing masternya memiliki request unik (REQ) dan signal
(GNT). Saluran-saluran signal ini dihubungkan dengan arbiter sentral request
grant handshake sederhana digunakan untuk memberikan akses ke bus. Ketika sebuah perangkat A dan
B melakukan arbitrasi untuk bus, langkah-langkah yang terjadi adalah sebagai
berikut:
a. Pada suatu titik sebelum awal waktu
ke-1, A telah menegaskan signal REQ-nya. Arbitrer mensample signal ini
pada awal siklus waktu ke-1.
b. Selama siklus waktu ke-1, B membuat request untuk menggunakan bus dengan menegaskan signal REQnya.
c. Pada saat yang sama, arbiter menegaskan GNT-A untuk memberikan hak akses bus kepada A.
d. Master bus A men-sample GNT-A pada awal waktu ke-2 dan memeriksa apakah dirinya telah diberi hak mengakses bus. Master bus juga menemukan pelepasan IRDY dan TRDY yang menandakan bahwa bus tersebut dalam keadaan idle. Selain itu, master bus menegaskan FRAME dan menempatkan informasi alamat pada bus alamat dan perintah pada bus C/BE. Master bus juga melanjutkan penegasan REQ-A, karena master bus memiliki transaksi kedua yang akan dibentuk setelah transaksi ini.
e. Arbitrer bus men-sample semua saluran GNT pada awal waktu ketiga dan membuat keputusan arbitrasi untuk memberikan hak mengakses bus ke B pada transaksi beriknya. Kemudian arbitrer bus menegaskan GNT-B dan melepaskan GNT-A. B tidak akan dapat menggunakan bus hingga bus itu dikembalikan ke keadaan idle.
f. A melepaskan FRAME untuk menandakan bahwa transfer data terakhir sedang dilakukan. A menaruh data pada bus data dan memori signalke target dengan IRY. Target membaca data pada awal siklus waktu berikutnya.
g. Pada awal waktu ke-5, B menemukan IRDY dan FRAME yang dilepaskan dan karena itu B dapat melakukan kontrol terhadap bus dengan menegaskan FRAME. B juga melepaskan saluran REQnya karena B hanya perlu membentuk satu transaksi saja.
Sumber :
Buku William Stallings - Organisasi Arsitektur Komputer - Edisi Bahasa Indonesia .Jilid 1
http://www.fungsiklopedia.com/fungsi-pci/
http://blogs.unpas.ac.id/adipp/2012/12/16/pengertian-pci-peripheral-component-interconnect/
https://id.wikipedia.org/wiki/Bus_sistem
http://pramudyazeen.blogspot.co.id/2014/03/bab-pci-bus.html
Komentar
Posting Komentar